Halo sahabat selamat datang di website jasasablon.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Plastik vs Kertas, Mana yang Lebih Ramah Lingkungan? Bungkus Kertas Belum Tentu Solutif, lo! oleh - jasasablon.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Di masa pandemi sekarang ini, ajakan #diRumahAja bikin belanja online lebih diminati daripada belanja langsung ke toko. Saking seringnya belanja online, sampai bingung paket yang dateng itu dari pesanan yang mana, ya? Sadarkah kamu, kegiatan belanja online ini meningkatkan sampah kemasan sekali pakai yang digunakan untuk mengantar pesananmu dengan selamat sampai ke rumah, lo.

Nah, semenjak makin maraknya pembahasan terkait isu lingkungan dan ajakan untuk berdiet kantong plastik, banyak toko online yang mengemas paket mereka dengan bahan kertas, bukan lagi dengan plastik. Alasannya, bahan kemasan dari kertas dianggap lebih cepat terurai daripada plastik. Ternyata, plastik baru terurai paling cepat lima abad dari waktu kamu membuangnya! Artinya, sampah plastik yang kamu buang waktu belanja online masih belum semudah sekarang pun masih ada  hingga saat ini. Inilah kenapa pakai plastik itu ‘littering’ alias ‘nyampah’! Kalau dibandingkan dengan plastik, kertas hanya butuh waktu antara dua sampai enam minggu untuk terurai.

Eh, tapi, langkah perubahan ini sudah tepat belum, sih? Ternyata, kemasan berbahan kertas pun bisa membahayakan lingkungan, lo. Jadi, antara kemasan plastik sekali pakai dan kertas, sebenarnya mana sih yang lebih ramah lingkungan? Penasaran, kan? Yuk, cari tahu perbandingannya mulai dari produksi, penggunaan, dan pasca-penggunaannya!

Kini, banyak orang beralih menggunakan kantong kertas yang dianggap lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Padahal, proses pembuatan kantong kertas menghabiskan banyak pohon dan air.

Bahan dasar pembuatan kantong kertas dan kantong plastik via www.pexels.com

Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau kertas itu merupakan hasil olahan kayu, lo. Pohon memang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Namun, apabila pembuatan kertas tidak dikelola dengan baik, lama-lama bisa jadi penggundulan hutan secara global. Pasokan oksigen pun bisa berkurang. Selain membutuhkan energi 3,4 kali lebih besar, pembuatan kantong kertas membutuhkan air sebanyak 4,7 kali lipat lebih banyak daripada untuk membuat kantong plastik. 

Sementara itu, plastik dibuat dari bahan bakar yang terbentuk dari binatang atau tumbuhan yang hidup dan mati pada jutaan tahun yang lalu. Yup, sumber daya alam ini nggak bisa diperbarui. Tapi, sekarang ini, banyak juga kemasan plastik yang dibuat dari produk sampingan produksi gas alam, yaitu plastik yang memiliki kode nomor 4 di kemasannya. Coba cek barang-barang di rumah deh, produk kamu plastiknya punya kode nomor berapa?

Pabrik pembuat kemasan kertas menjadi penyumbang gas rumah kaca (GRK) terbesar keempat di dunia. Sementara itu, GRK yang dihasilkan dari pembuatan kantong plastik sebenarnya tiga kali lebih rendah

Polusi udara via www.pexels.com

Ditambah lagi, kantong kertas juga lebih berat dan berisi daripada kantong plastik. Akibatnya, jejak karbon yang dihasilkan juga lebih tinggi saat kantong kertas didistribusikan. Apa sih jejak karbon itu? Simpelnya, jejak karbon adalah jumla karbon dioksida yang dilepaskan ke lingkungan karena energi yang kita gunakan. Produksi kantong kertas juga menghasilkan kandungan bahan kimia beracun yang lebih tinggi dibandingkan produksi kantong plastik sekali pakai!

Memang, penelitian yang dilakukan terkait perbandingan produksi kantong kertas dan kantong plastik menghasilkan hasil yang sedikit berbeda. Namun, semua penelitian tersebut yakin bahwa ada dampak lingkungan dari pembuatan kantong kertas yang tidak ditemukan dalam pembuatan kantong plastik. Wah, masih tahap produksi lo, ini. Gimana dengan tahap-tahap selanjutnya?

Supaya masuk kategori ‘lebih ramah lingkungan dibanding plastik sekali pakai’, kantong kertas harus dipakai ulang (reuse) sebanyak empat kali

Ide untuk menggunakan ulang kantong kertas via www.realliving.com.ph

Beralih dari pembuatan kertas dan plastik, kita masuk ke penggunaannya. Dilihat dari ketahanan fisiknya, kemasan kertas sangat rapuh dan menyulitkan kita untuk menggunakannya berkali-kali. Kemasan kertas lebih berat dibandingkan plastik, mudah sobek, tidak tahan air, dan hanya bisa digunakan untuk bahan-bahan kering. Ini dia yang menjadi tantangan untuk memakai kemasan kertas secara berulang kali. Kemasan kertas biasanya digunakan kembali untuk menyimpan koran, pembungkus paket, atau sebagai sampul buku.

Sementara itu, dilihat dari ciri fisiknya, kantong plastik bersifat fleksibel, tahan lama, kuat, ringan, dan tahan air. Kamu bisa dengan mudah menggunakannya berkali-kali kalau mau. Misalnya, kantong plastik dari belanjaanmu bisa kamu jadiin kantong sampah di rumah, jadi bungkus bekal makanmu yang berkuah supaya nggak kena buku-buku kuliah, buat wadah payung basah atau jas hujanmu yang habis dipakai, atau lainnya.

Meskipun begitu, kertas memang jauh lebih mudah didaur ulang daripada plastik. Ini poin positif paling okenya dari kemasan kertas, tapi ya asal kamu bisa memastikan sampah kertasmu bakal didaur ulang!

Kertas daur ulang via www.veraviglie.com

Kalau sudah tidak bisa digunakan lagi, kemasan kertas masih bisa didaur ulang. Nah, kemasan kertas dapat didaur ulang sebagai kertas dan memiliki tingkat daur ulang yang lebih tinggi dibandingkan plastik. Energi yang dibutuhkan untuk mendaur ulang kemasan kertas juga lebih kecil daripada membuat kemasan kertas baru.

Peralatan untuk mendaur ulang plastik harus ditangani dengan baik, misalnya agar tidak mesin tidak tersumbat. Tidak seperti kertas, kantong plastik tidak bisa didaur ulang menjadi produk yang sama. Plastik memang bisa didaur ulang, tetapi menghasilkan kualitas yang lebih rendah dari aslinya, seperti tekstil atau  bahan bangunan.

Pilah sampah, yuk! via www.wastewiseproductsinc.com

Kesimpulannya, kalau kemasan kertas dijadikan kemasan sekali pakai seperti plastik, dampak lingkungan akibat pembuatan dan transportasinya bisa jadi lebih tinggi daripada dampak lingkungan dari plastik sekali pakai. Nah lo, makin bingung kan harus gimana?

Sebagai warga bumi yang baik, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dengan kemasan kertas maupun plastikmu. Pertama, sebisa mungkin, hindari menggunakan kantong plastik maupun kertas sekali pakai saat berbelanja kalau tasmu cukup untuk membawa barang-barang yang kamu beli. Atau, kalau kamu beli minuman atau makanan untuk langsung dimakan saat itu juga, nggak perlu lah kantong-kantongan.

Kedua, coba usir rasa malas kita untuk mulai memilah sampah. Jangan lupa, kemasan plastik maupun kertas yang akan didaur ulang harus dalam keadaan bersih, ya! Lalu, kalau memang mau dibuang, buang sampah kemasan plastik dan kertas terpisah dari sampah dapur atau sampah basah. Selain menjaga agar sampah kering tetap bersih dan dapat didaur ulang nantinya, hal ini bisa mengurangi bau, lo. Mau daur ulang sendiri juga boleh!

Itulah tadi informasi mengenai Plastik vs Kertas, Mana yang Lebih Ramah Lingkungan? Bungkus Kertas Belum Tentu Solutif, lo! oleh - jasasablon.online dan sekianlah artikel dari kami jasasablon.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.